Sepatu Kayu dari Negeri Belanda

 

Sepatu Kayu Negeri Belanda
Menyinggung Negeri Belanda, orang segera teringat akan kincir angin dan sepatu kayu. Hampir semua orang menganggap bahwa kedua benda itu merupakan saripati kebudayaan Negeri Belanda, tapi sebenarnya kedua benda itu paling awal diciptakan oleh orang Bretagne di Perancis. Hanya saja kedua benda itu kemudian dikembangkan orang Belanda, sementara di tempat asalnya malah semakin ditinggalkan.

Negeri Belanda terkenal sebagai negeri dataran rendah, kurang-lebih sepertiga dari seluruh wilayahnya lebih rendah daripada permukaan laut, sehingga orang Belanda pada zaman kuno terutama bersandar pada tenaga angin untuk pembuangan air ke laut, dan karena itulah di negeri Belanda terdapat sangat banyak kincir angin. Selain itu juga karena Negeri Belanda sangat lembab, sepatu kayu menjadi benda yang paling digemari orang Belanda pada zaman kuno, sebab disamping paling tahan lembab, juga sangat awet.

Pada zaman belum ada mesin, sepatu kayu itu dibuat dengan tangan. Tapi janganlah memandang enteng proses pembuatan sepatu kayu itu, karena untuk membuat sepasang sepatu kayu yang kiri kanannya nampak simetris dan cocok di kaki tidaklah mudah, walaupun sepatu itu tidak besar dan modelnya sederhana. Akan lebih sulit lagi dan memerlukan lebih banyak waktu bila ingin membuat sepasang sepatu yang lebih bervariasi. Dulu untuk membuat sepasang sepatu kayu yang sangat halus dan indah kadang-kadang diperlukan waktu sekitar satu minggu. Namun sekarang telah diproduksi dengan mesin, dengan satu menit saja dapat dihasilkan 3 pasang.

Sekarang sekalipun sepatu kayu Negeri Belanda sudah sangat berkurang nilai praktisnya, dan juga sudah sangat jarang pemakainya, tapi telah menjadi cendera mata yang paling digemari para wisatawan yang berkunjung ke negeri kincir angin tersebut. Karena bentuknya mungil dan indah bagaikan sebuah perahu kecil, sepatu kayu selain dapat dijadikan barang hiasan, juga dapat digunakan sebagai vas bunga yang unik.

Bagi orang Belanda sepatu kayu mempunyai arti lain yang lebih penting, karena ia merupakan barang suvenir untuk pertunangan. Tapi baik dahulu kala maupun sekarang, sepatu kayu yang tak terkurangkan untuk sovenir pertunangan itu bukan dibeli dari pasar, melainkan harus dibuat sendiri oleh calon pengantin pria sebagai pernyataan ketulusan hatinya. Sedangkan sang calon pengantin wanita dapat memastikan ketulusan dan keandalan calon pengantin pria dari tingkat kehalusan dan kecocokan sepatu kayu buatannya itu. Oleh sebab itu, seorang pria Belanda sekurang-kurangnya pernah membuat sepasang sepatu kayu dalam seumur hidupnya. Karena begitu pentingnya sepatu kayu bagi orang Belanda, maka wajarlah bila mereka membuatnya dengan sangat cermat. Dan karena cara pembuatannya tidak mudah, sejak sekolah dasar orang-orang Belanda umumnya sudah mulai dibelajari membuat sepatu kayu oleh gurunya. Seiring dengan bertambahnya umur, semakin banyaklah pengalaman dan semakin mahirlah orang Belanda membuat sepatu kayu, dan jalan menuju perkawinanpun lebih mulus. Kini bila orang berkesempatan bertamu ke rumah orang Belanda, sering dapat melihat pada tempat menyolok di ruang tamunya terpajang sepasang sepatu kayu yang sangat indah, dan ini sudah pasti adalah salah satu sovenir yang diperoleh ketika tuan rumahnya bertunangan, dan tetap memperlihatkan keromantisan ketika itu sekalipun nampak sedikit usang termakan oleh waktu.

 

Terima Kasih.

Refrensi : http://id1.chinabroadcast.cn/1/2003/12/29/1@2711.htm

By Roby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s